Bersyukurlah !
Syukur menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Rasa terimakasih kepada Allah. Sedangkan bersyukur adalah kata kerja dari syukur itu sendiri yang bermakna Berterimaksih atau mengucap syukur. Jika ada yang bertanya, “Kapan waktu paling tepat untuk bersyukur ?” Sebagian besar dari kita akan menjawab “Saat semua yang kita inginkan tercapai.” Kemudian Tuhan memberi semua yang kita mau, tapi keseringan dari kita bahkan lupa untuk mengucap sekedar, Alhamdulillahirabalal’amin.
Sebuah kisah tercecer dari seorang sahabat dengan mimpinya. Ia bercerita, “Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke Surga dan seorang malaikat menemaniku serta menunjukan keadaan di sana. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja yang penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di ruang kerja pertama dan berkata, “Ini adalah seksi penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditunjukan pada Allah diterima.” Aku melihat-lihat sekeliling temapt ini, dan aku aku dapati tempat ini begitu sibuk dan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malakikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang, dan sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, “Ini adalah seksi pengepakan dan pengirima. Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya.” Aku perhatikan lagi betapa sibuk ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dn sedang di paketkan untuk dikirim kebumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu kerja yang sangat kecil. Dan yang sangat mengejutkanku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. “ini adalah seksi pernyataan terimakasih.” Kata malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. “Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?” Tanyaku. “Menyedihkan !” Malaikat-ku menghela napas. “Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terimakasih.”
“Bagaimana manusia menyatakan terimakasih atas rahmat Tuhan ?” Tanyaku. “Sederhana sekali,” Jawab malaikatku. “Cukup berkata, ALHAMDULILLAHIROBAL’ALAMIN, Terimakasih Tuhan.” Aku bertanya lagi, “Lalu rahmat apa saja yang perlu kita syukuri ?” Dan malaikatku menjawab dengan sabar, “Jika engkau mempunyai makanan di kulkas, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini. Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia. Juga jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan. Engkau lebih dirahmati dari pada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup sampai hari ini. Jika engkau masih dapat menegakan kepala dan tersenyum maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan. Engkau unik dibandingakan dengan mereka yang beada dalam keraguan dan keputusasaan. Dan Ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu. (QS. Ibrahim : 7)” Kemudian aku bangun dengan perasaan penuh syukur. “Terimaksih Tuhan, aku masih diberi kesempatan untuk menyusukuri semua rahmat-Mu.”